TANGERANG SELATAN, PERSBIRU.COM – Ledakan yang mengguncang kawasan Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (14/10/2026) petang, memicu respons cepat aparat kepolisian.
Sebanyak 50 personel Satuan Brigade Mobil (Satbrimob) Polda Metro Jaya dikerahkan untuk membantu evakuasi korban, mensterilkan lokasi, hingga memastikan area terdampak aman dari potensi bahaya lanjutan.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 18.00 WIB tersebut menyebabkan enam orang dilaporkan menjadi korban. Seluruh korban telah dibawa ke Rumah Sakit Sari Asih Ciputat untuk mendapatkan penanganan medis.
Hingga penanganan berlangsung, petugas masih melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian. Penyebab pasti ledakan belum dapat dipastikan, meskipun informasi awal menyebut insiden tersebut diduga berkaitan dengan tabung gas elpiji.
Aparat mengimbau masyarakat tidak berspekulasi mengenai penyebab kejadian dan memberikan ruang bagi petugas untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh.
Dalam penanganan insiden ledakan di Pasar Cimanggis, Satbrimob Polda Metro Jaya mengerahkan personel dari sejumlah unit dengan tugas berbeda sesuai kebutuhan di lapangan.
Sebanyak 50 personel yang diterjunkan terdiri atas 20 personel patroli Batalyon C Pelopor, 20 personel SAR Batalyon C Pelopor, serta 10 personel Unit Komposit Detasemen Gegana.
Penanganan dipimpin Komandan Batalyon C Pelopor, Kompol Toha Subakat, bersama Polres Tangerang Selatan dan unsur terkait lainnya.
Personel SAR difokuskan untuk membantu evakuasi korban, melakukan pencarian di area terdampak, serta mendukung pembersihan lokasi.
Sementara itu, personel Gegana melaksanakan sterilisasi guna memastikan area kejadian aman dari potensi ancaman yang masih perlu diperiksa.
Di sisi lain, personel patroli Brimob membantu mengamankan perimeter agar aktivitas petugas, termasuk proses olah tempat kejadian perkara (TKP), dapat berlangsung secara tertib dan terkendali.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko bagi masyarakat sekaligus mendukung kelancaran proses penanganan di lokasi ledakan.
Berdasarkan laporan sementara, enam orang menjadi korban dalam insiden tersebut dan telah dibawa ke RS Sari Asih Ciputat untuk mendapatkan pertolongan medis.
Namun, proses penanganan tidak berhenti setelah evakuasi awal dilakukan. Personel SAR Brimob bersama Polres Tangerang Selatan masih memeriksa bagian bangunan yang terdampak untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertinggal.
Pemeriksaan juga dilakukan bersamaan dengan kegiatan pembersihan area dan pengamanan lokasi. Langkah ini penting untuk memastikan kondisi bangunan serta lingkungan sekitar sebelum petugas menyelesaikan penanganan di lapangan.
Sterilisasi dan pengamanan perimeter menjadi bagian penting dari proses tersebut. Selain melindungi warga yang berada di sekitar lokasi, langkah ini juga memberikan ruang bagi petugas untuk melakukan pemeriksaan secara lebih leluasa.
Informasi mengenai jumlah korban maupun kondisi bangunan masih mengacu pada laporan sementara. Perkembangan lebih lanjut menunggu hasil pemeriksaan petugas di lokasi kejadian.
Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Henik Maryanto, mengatakan bahwa prioritas utama personel adalah memberikan pertolongan kepada korban sekaligus memastikan keamanan area terdampak.
“Personel langsung bergerak membantu evakuasi, melakukan sterilisasi, pencarian di area terdampak, serta mengamankan perimeter. Prioritas kami adalah keselamatan masyarakat dan memastikan proses penanganan dapat dilakukan dengan cepat, aman, dan terkoordinasi,” ujar Henik.
Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur dalam penanganan di lapangan diperlukan agar proses evakuasi, pemeriksaan, dan pengamanan dapat berjalan secara terkoordinasi.
Respons tersebut mencakup penanganan korban, pemeriksaan area yang terdampak, serta pengendalian akses di sekitar lokasi. Seluruh langkah dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan warga dan petugas.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, menegaskan bahwa penanganan insiden dilakukan dengan mengutamakan keselamatan masyarakat dan mengedepankan hasil pemeriksaan berdasarkan fakta di lapangan.
“Polisi hadir untuk memberikan pertolongan dan memastikan masyarakat terlindungi. Saat ini evakuasi, sterilisasi, dan olah TKP masih berlangsung. Penyebab ledakan akan disampaikan berdasarkan hasil pemeriksaan, sehingga kami mengimbau masyarakat tidak berspekulasi dan memberikan ruang kepada petugas untuk bekerja,” kata Budi.
Dugaan awal mengenai keterkaitan ledakan dengan tabung gas elpiji masih harus diverifikasi melalui pemeriksaan lebih lanjut.
Karena itu, informasi mengenai sumber ledakan maupun kronologi lengkap kejadian belum dapat disimpulkan secara definitif.
Petugas masih melanjutkan evakuasi, sterilisasi, pemeriksaan bangunan, dan olah TKP untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai insiden tersebut.
Peristiwa di Pasar Cimanggis ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya penanganan cepat dan terkoordinasi ketika terjadi keadaan darurat di kawasan aktivitas masyarakat.
Untuk sementara, fokus aparat tetap pada keselamatan korban, pemeriksaan area terdampak, dan pengungkapan penyebab ledakan berdasarkan bukti yang ditemukan di lapangan.
Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat untuk mengikuti informasi resmi dari kepolisian serta tidak menyebarkan dugaan yang belum terverifikasi.(PB01)






