BATAM, PERSBIRU.COM – Aliansi Sasak Lombok Indonesia (ASLI) Kepulauan Riau (Kepri) resmi memiliki kepengurusan baru. Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) ASLI Kepri dilantik di Aula Engku Hamidah, Kantor Wali Kota Batam, Minggu (4/10/2026).
Pelantikan tersebut bukan sekadar pergantian atau pengukuhan kepengurusan. Bagi masyarakat Sasak di tanah rantau, momentum ini menjadi penanda untuk memperkuat kembali tali silaturahmi, menjaga identitas budaya, sekaligus membuka ruang kontribusi yang lebih luas bagi daerah tempat tinggal maupun daerah asal.
Prosesi pelantikan berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kekeluargaan. Sejumlah unsur pemerintahan, aparat keamanan, legislatif, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat hingga pimpinan berbagai paguyuban di Kota Batam dan Provinsi Kepri turut hadir.
Hadir mewakili Gubernur Kepri, Staf Khusus Gubernur Kepri Dr. H. Nurdin Basirun, S.Sos., M.Si. Turut hadir Asisten III Pemprov Riau Junaidi serta Wali Kota Batam Dr. H. Amsakar Achmad, S.Sos., M.Si.
Sejumlah pejabat dan unsur terkait juga hadir, di antaranya Kapolres Kota Batam, Kesbangpol Provinsi Kepri, Kepala Dinas Pariwisata, anggota DPRD Provinsi Kepri, anggota DPRD Kota Batam, serta para undangan lainnya.
Dukungan juga datang dari unsur masyarakat. Tokoh agama dan tokoh adat se-Pulau Kepri, para ketua paguyuban di Kota Batam dan Provinsi Kepri, tokoh masyarakat Sasak serta berbagai elemen masyarakat hadir dalam acara tersebut.
Kehadiran lintas unsur itu menunjukkan bahwa keberadaan ASLI Kepri diharapkan tidak berjalan sendiri.
Organisasi ini didorong menjadi ruang yang mampu mempertemukan berbagai elemen masyarakat sekaligus membangun sinergi dengan pemerintah dan organisasi kemasyarakatan lainnya.
Dalam kepengurusan baru tersebut, Saharuddin, M.Pd. dipercaya sebagai Ketua DPW ASLI Kepri. Sementara Lalu Ahmad Rodiyan, S.H. dipercaya menduduki posisi Sekretaris Umum.
Ketua Umum ASLI, Lalu Mas’ud Kholah (LMK), menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh jajaran pengurus DPW ASLI Kepri yang telah resmi dilantik.
Namun, LMK mengingatkan bahwa pelantikan bukanlah garis akhir. Justru, momen tersebut menjadi awal dari amanah dan tanggung jawab yang harus dijalankan bersama.
“Selamat kepada Ketua, Sekretaris Umum dan seluruh jajaran pengurus DPW ASLI Kepri yang hari ini resmi dilantik. Ini adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Mari jadikan ASLI sebagai rumah bersama bagi seluruh semeton Sasak di Kepulauan Riau,” ujar LMK.
Ia juga mengingatkan bahwa dinamika dalam sebuah organisasi merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindari.
Karena itu, perbedaan pandangan maupun dinamika internal seharusnya tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan energi untuk memperkuat organisasi.
“Dinamika sebuah organisasi itu sebuah keniscayaan, jadikan dinamika tersebut sebagai penguat,” tegasnya.
LMK menilai masyarakat Sasak yang hidup di perantauan memiliki potensi besar untuk memberikan kontribusi, baik bagi daerah tempat tinggal maupun bagi Lombok sebagai daerah asal.
Karena itu, ASLI tidak boleh berhenti pada kegiatan yang bersifat seremonial. Organisasi harus hadir dalam kehidupan sosial masyarakat dan menjadi ruang untuk saling menguatkan.
“Jangan jadikan ASLI hanya sebagai organisasi seremonial. Jadikan ASLI sebagai wadah silaturahmi, wadah untuk saling membantu dan tempat kita bersama-sama memberikan kontribusi bagi masyarakat dan daerah,” katanya.
Pesan lain yang ditekankan LMK adalah pentingnya menjaga identitas dan nilai-nilai budaya Sasak di tengah kehidupan masyarakat yang semakin beragam.
Menurutnya, jarak geografis tidak seharusnya membuat masyarakat Sasak kehilangan akar budaya dan rasa persaudaraan.
“Mari kita terus pegang semangat ASLI yakni Saling Tulung, Saling Junjung, saling perisaq, saling peririq. Kita boleh berada jauh dari Lombok, tetapi identitas, budaya dan rasa persaudaraan sebagai Bangse Sasak harus tetap kita jaga,” pesan LMK.
Ia berharap kepengurusan DPW ASLI Kepri di bawah kepemimpinan Saharuddin bersama Lalu Ahmad Rodiyan mampu menjalankan organisasi secara amanah, solid dan terbuka.
Lebih dari itu, kepengurusan baru diharapkan mampu merangkul seluruh masyarakat Sasak yang berada di Kepulauan Riau tanpa membedakan latar belakang.
LMK juga mendorong ASLI Kepri membangun komunikasi dan sinergi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan serta seluruh paguyuban yang ada di Kepulauan Riau.
Menurutnya, kekuatan masyarakat perantauan tidak hanya terletak pada jumlah, tetapi juga pada kemampuan membangun jejaring dan menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Dengan resmi dilantiknya DPW ASLI Kepri, jaringan ASLI di berbagai wilayah Indonesia diharapkan semakin kuat. Di saat yang sama, persaudaraan masyarakat Sasak di tanah rantau dapat terus terjaga dan berkembang.
ASLI Kepri pun diharapkan mampu menjadi jembatan antara identitas, persaudaraan dan kontribusi sosial—membawa semangat masyarakat Sasak dari Lombok untuk tetap tumbuh dan memberi manfaat di tanah rantau.
Saling Tulung, Saling Junjung—Bersatu dalam Silaturahmi, Berkontribusi untuk Negeri.(PB01)






