MAKAU SAR, PERSBIRU.COM – Guizhou, provinsi di China yang dikenal dengan lanskap pegunungan dan kekayaan alamnya, mulai memperkuat posisinya sebagai destinasi tinggal sementara.

Melalui pengembangan pariwisata, layanan kesehatan, hingga hunian, Guizhou berupaya menawarkan pengalaman yang lebih dari sekadar perjalanan wisata.

Langkah tersebut diperkuat melalui Konferensi Promosi Internasional “Tinggal Sementara di Guizhou” yang digelar di Makau pada 17 Oktober.

Sekitar 200 perwakilan sektor kebudayaan dan pariwisata dari Makau dan Guizhou menghadiri kegiatan tersebut untuk menjajaki peluang kerja sama serta merumuskan arah pengembangan industri tinggal sementara.

Konferensi ini menjadi bagian dari upaya Guizhou memperluas jangkauan pasarnya, sekaligus memperkenalkan potensi daerah tersebut kepada masyarakat dan pelaku industri di Makau.

Fokusnya tidak hanya pada daya tarik wisata, tetapi juga pada peluang menikmati kehidupan sementara dengan dukungan hunian, layanan, dan berbagai aktivitas yang terintegrasi.

Dalam konferensi tersebut, Guizhou memperkenalkan tiga kawasan unggulan untuk tinggal sementara, yakni Wisata Peristirahatan Musim Panas yang Sejuk, Guizhou Selatan yang Cerah, serta Wisata Kebugaran dan Pemulihan Kesehatan.

Ketiga kawasan itu menawarkan pendekatan berbeda dalam memperkenalkan potensi Guizhou. Mulai dari pengalaman menikmati suasana alam, menjelajahi kawasan dengan karakter khas, hingga pilihan aktivitas yang berkaitan dengan kebugaran dan kesehatan.

Untuk mendukung promosi tersebut, Guizhou turut menghadirkan beragam rute perjalanan dan produk tinggal sementara.

Penawaran ini dirancang untuk memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai pilihan pengalaman yang dapat dinikmati pengunjung selama berada di provinsi tersebut.

Pemerintah Guizhou juga menekankan pentingnya kemudahan layanan bagi warga Makau yang berminat tinggal sementara.

Melalui konsep “Lima Hati”, Guizhou menawarkan dukungan dalam proses pemilihan properti, keamanan transaksi, pendampingan terkait pinjaman, perlindungan dana, serta kelancaran prosedur.

Pendekatan ini menempatkan layanan sebagai salah satu unsur penting dalam pengembangan destinasi tinggal sementara.

Dengan dukungan yang lebih terstruktur, calon penghuni diharapkan dapat memperoleh informasi dan menjalani proses yang diperlukan secara lebih mudah.

Konferensi tersebut juga menghasilkan langkah konkret melalui penandatanganan kerja sama antara Guizhou Tourism Industry Development Group dan Travel Industry Council of Macau. Kesepakatan lainnya dilakukan oleh Guizhou Civil Aviation Industry Group dan Air Macau.

Kerja sama ini mempertemukan sektor pengembangan pariwisata dan industri penerbangan, dua bidang yang memiliki peran penting dalam memperluas konektivitas serta mendukung pergerakan wisatawan.

Selain penandatanganan tersebut, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Guizhou menyerahkan plakat kepada Guizhou Tourism Industry Development Group atas pendirian Pusat Layanan Transit Wisatawan Internasional “Colorful Guizhou” di Makau.

Kehadiran pusat layanan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat dukungan bagi wisatawan internasional.

Inisiatif tersebut sekaligus menandai langkah Guizhou dalam memperluas akses informasi dan layanan bagi pengunjung melalui Makau.

Dalam acara yang sama, sejumlah perusahaan utama dan proyek percontohan dari berbagai wilayah di Guizhou turut diperkenalkan.

Perwakilan perusahaan memamerkan produk sekaligus mempresentasikan peluang yang dapat dikembangkan melalui kemitraan dengan pelaku industri di Makau.

Dalam beberapa tahun terakhir, Guizhou berupaya mengembangkan konsep tinggal sementara dengan mengintegrasikan produk, layanan, gaya hidup, dan pengalaman emosional.

Strategi tersebut bertujuan mengubah potensi daerah menjadi pengalaman yang dapat dinikmati secara langsung, bukan hanya sebagai destinasi kunjungan singkat.

Pengembangan ini bertumpu pada enam sektor utama, yaitu kebudayaan, pariwisata, olahraga, layanan kesehatan, perdagangan, dan transportasi.

Integrasi keenam sektor tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan pengunjung selama tinggal di Guizhou sekaligus meningkatkan kualitas pengalaman mereka.

Konsep tersebut juga tercermin dalam penataan lokasi konferensi. Sejumlah area disiapkan untuk mempertemukan pelaku usaha, memperkenalkan enam unsur pengalaman tinggal sementara, dan menampilkan produk dari berbagai perusahaan.

Pengunjung dapat menjelajahi beragam produk khas Guizhou, mulai dari hasil pengembangan warisan budaya takbenda, cendera mata pariwisata, hingga produk kebugaran dan kesehatan. Produk minuman yang diperkenalkan juga mencakup kopi, teh racikan modern, dan bir kriya.

Hidangan khas setempat turut melengkapi pameran. Kehadiran beragam produk tersebut memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengenal karakter lokal Guizhou sekaligus menjajaki potensi kerja sama komersial.

Untuk melengkapi promosi, Guizhou menyediakan panduan praktis bagi warga Makau, termasuk Panduan Perjalanan dan Pembelian Properti di Guizhou serta Kiat Menyewa Tempat Tinggal bagi Warga yang Tinggal Sementara di Guizhou.

Materi tersebut memberikan informasi mengenai perjalanan dan pilihan hunian, dua aspek yang relevan bagi masyarakat yang mempertimbangkan tinggal sementara di luar daerah asalnya.

Penyediaan panduan ini juga memperlihatkan bahwa pengembangan pasar tinggal sementara membutuhkan dukungan informasi yang mudah diakses.

Selain menawarkan daya tarik destinasi, kesiapan layanan dan kejelasan prosedur menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan calon penghuni.

Penyelenggaraan konferensi di Makau pun memperkuat hubungan antara kedua wilayah, khususnya dalam pengembangan sektor kebudayaan dan pariwisata.

Melalui kerja sama lintas sektor, Guizhou berupaya membuka peluang pasar yang lebih luas di Kawasan Teluk Raya.

Ke depan, penguatan konektivitas, promosi produk, serta penyediaan layanan terpadu menjadi bagian penting dari strategi Guizhou untuk mengembangkan industri tinggal sementara.

Inisiatif ini sekaligus mendukung ambisi provinsi tersebut untuk tumbuh menjadi salah satu destinasi tinggal sementara terkemuka di China.

Bagi Guizhou, tantangannya bukan sekadar menarik orang untuk datang, melainkan menghadirkan pengalaman yang membuat mereka tertarik untuk tinggal lebih lama.

Konferensi di Makau menjadi salah satu langkah untuk membawa potensi tersebut ke pasar yang lebih luas.(PB01)