BATAM, PERSBIRU.COM – Masyarakat Lombok yang menetap di Kepulauan Riau (Kepri) dinilai telah menjadi bagian penting dari kekuatan sosial yang ikut membangun daerah, terutama melalui kontribusi di bidang keagamaan dan pendidikan.

Peran tersebut dinilai perlu terus diperkuat melalui kolaborasi yang lebih luas antara masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan pemerintah daerah.

Hal itu disampaikan Staf Khusus Gubernur Kepulauan Riau sekaligus Ketua Tim Percepatan Pembangunan Provinsi Kepulauan Riau, Dr. H. Nurdin Basirun, S.Sos., M.Si., saat mewakili Gubernur Kepri dalam pelantikan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Aliansi Sasak Lombok Indonesia (ASLI) Kepulauan Riau.

Pelantikan berlangsung di Aula Engku Hamidah, Kantor Wali Kota Batam, Minggu (4/10/2026).

Dalam sambutannya, Nurdin menyampaikan apresiasi terhadap masyarakat Lombok yang selama ini telah hidup berdampingan dan mengambil bagian dalam kehidupan sosial masyarakat Kepulauan Riau.

Menurutnya, keberadaan masyarakat Lombok tidak hanya memperkaya keberagaman budaya di Kepri, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam berbagai sektor kehidupan.

“Masyarakat Lombok yang tinggal di Kepulauan Riau ini banyak memberikan kontribusi, baik dalam bidang agama maupun pendidikan. Kehadiran masyarakat Lombok telah menjadi bagian dari kekuatan sosial yang turut membangun daerah ini,” ungkap Nurdin.

Ia menegaskan, keberagaman suku, budaya, dan latar belakang masyarakat yang hidup di Kepulauan Riau merupakan kekuatan sosial yang harus dijaga.

Perbedaan, kata dia, semestinya tidak menjadi sekat, melainkan modal untuk membangun kebersamaan dan memperkuat pembangunan daerah.

Karena itu, keberadaan organisasi seperti ASLI diharapkan tidak berhenti sebagai wadah berkumpulnya masyarakat asal Lombok.

Organisasi tersebut didorong untuk menjadi ruang yang mampu mempererat persaudaraan sekaligus membuka lebih banyak peluang kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat di Kepri.

“Organisasi ini jangan hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi harus mampu menjadi wadah untuk berbuat, memberikan manfaat, dan ikut mengambil bagian dalam pembangunan Kepulauan Riau,” pesannya.

Pesan tersebut menjadi penekanan penting dalam pelantikan kepengurusan baru DPW ASLI Kepri. Organisasi masyarakat diharapkan mampu menerjemahkan semangat persatuan ke dalam program-program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Dengan jumlah masyarakat Lombok yang tersebar di berbagai wilayah Kepulauan Riau, ASLI memiliki ruang yang cukup besar untuk mengembangkan kegiatan sosial, pendidikan, keagamaan, kebudayaan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Umum DPP ASLI, Lalu Mas’ud Kholah (LMK), mengajak seluruh keluarga besar ASLI untuk menjaga kekompakan dan persatuan di tengah berbagai dinamika kehidupan masyarakat.

Menurutnya, persoalan dan tantangan yang muncul dalam kehidupan bermasyarakat maupun perjalanan organisasi merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari. Justru dari berbagai dinamika tersebut, sebuah organisasi dapat belajar dan tumbuh menjadi lebih matang.

“Dinamika masalah yang terjadi di tengah masyarakat sudah menjadi sunnatullah. Terbentur, terbentur, dan akhirnya menjadi terbentuk,” ujar LMK.

Ia menilai setiap tantangan harus dipandang sebagai proses pendewasaan bersama. Perbedaan pandangan dan persoalan yang muncul di tengah masyarakat tidak seharusnya menjadi alasan untuk memecah persatuan, tetapi menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat organisasi.

Karena itu, ASLI diharapkan mampu berkembang menjadi organisasi yang tidak hanya mempererat hubungan antarsesama masyarakat Lombok, tetapi juga mengambil peran dalam menjawab berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

Pelantikan DPW ASLI Kepulauan Riau menjadi momentum baru bagi masyarakat Lombok di Kepri untuk memperkuat silaturahmi sekaligus memperluas kontribusi dalam pembangunan daerah.

Kehadiran jajaran pengurus ASLI, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pendidikan, serta berbagai elemen masyarakat dalam kegiatan tersebut menunjukkan adanya dukungan terhadap keberadaan organisasi sebagai wadah silaturahmi dan pengabdian masyarakat Lombok di Kepulauan Riau.

Kepengurusan baru DPW ASLI Kepri selanjutnya diharapkan mampu menjalankan amanah organisasi melalui program-program yang konstruktif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Bukan hanya menjaga hubungan internal komunitas, ASLI juga memiliki tanggung jawab untuk membangun jembatan dengan kelompok masyarakat lainnya sehingga keberadaan masyarakat Lombok semakin menyatu dalam kehidupan sosial Kepri.

Semangat tersebut sejalan dengan semboyan ASLI, “Saling Asah, Saling Asih, Saling Asuh – Sasak Jiwa Raga Kami.”

Semangat saling menguatkan, menyayangi, dan membina tersebut diharapkan tidak hanya menjadi slogan organisasi, tetapi diwujudkan dalam kerja nyata.

Ke depan, kontribusi masyarakat Lombok di Kepulauan Riau diharapkan semakin luas, mulai dari bidang keagamaan, pendidikan, sosial, budaya, hingga ekonomi.

Dengan begitu, keberadaan ASLI tidak hanya menjadi simbol persatuan masyarakat Sasak di perantauan, tetapi juga menjadi bagian dari kekuatan masyarakat Kepri dalam membangun daerah.

Pelantikan DPW ASLI Kepri pun menjadi titik awal bagi kepengurusan baru untuk memperkuat persatuan, menjaga identitas dan nilai-nilai budaya Sasak, serta membangun sinergi dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.

Pada akhirnya, keberagaman yang ada di Kepulauan Riau diharapkan tetap menjadi energi bersama untuk bergerak maju—dengan masyarakat Lombok sebagai salah satu bagian yang ikut mengambil peran dalam membangun daerah dan memperkokoh persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).(PB01)