MATARAM, PERSBIRU.COM – Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menunjukkan taringnya di panggung Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional.

Kafilah NTB berhasil menembus 10 besar pada MTQ Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah (Jateng), setelah finis di peringkat ke-9 dengan total nilai 34.

Capaian tersebut menjadi lonjakan signifikan bagi NTB. Pada MTQ Nasional XXX di Kalimantan Timur (Kaltim), NTB masih berada di peringkat ke-23. Kini, provinsi tersebut mampu merangsek 14 posisi sekaligus dan kembali masuk jajaran 10 besar nasional.

Prestasi NTB semakin lengkap setelah Khairunnisa, qariah asal Bima, berhasil merebut Juara 1 Qira’at Mujawwad Dewasa Putri.

Gelar tersebut menjadi salah satu pencapaian utama yang mengangkat posisi NTB dalam kompetisi MTQ Nasional XXXI.

Selain Khairunnisa, sejumlah wakil NTB juga mencatat prestasi. Ahmad Masyhun meraih Juara 2 Tafsir Bahasa Arab, sementara Maesarah menyabet Juara 3 Tilawah Dewasa Putri.

NTB juga membawa pulang sejumlah penghargaan lainnya. Taqwa Hikmatullah meraih Harapan 1 Hafalan Al-Qur’an 10 Juz, M. Haikal Afad memperoleh Harapan 2 Hafalan 30 Juz, dan Ahmad Kodri meraih Harapan 3 Qira’at Mujawwad Al-Qur’an Dewasa Putra.

Sejumlah peserta NTB lainnya juga berhasil menembus babak final, di antaranya Nihla Hudya Alnaisa pada cabang Tilawah Anak-Anak Putri, Holis Susabri pada Tilawah Remaja Putra, serta peserta dari cabang Fahmil Qur’an.

Capaian tersebut mendapat apresiasi langsung dari Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal. Senin (21/9/2026), Gubernur Iqbal menerima Khairunnisa bersama pelatih dan jajaran Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) NTB di ruang kerjanya.

Gubernur Iqbal menilai capaian tersebut menjadi kebahagiaan bagi NTB setelah perjuangan panjang para kafilah.

“Alhamdulillah, harapan kita, walaupun baru satu, ada yang berhasil juara satu dari NTB. Ini kebahagiaan bagi kita semua,” ujar Gubernur Iqbal.

Menurut Gubernur Iqbal, keberhasilan NTB kembali masuk 10 besar tidak terlepas dari perubahan pola pembinaan yang dilakukan secara lebih sistematis dan intensif.

Salah satu perubahan tersebut terlihat dari durasi training center (TC). Jika sebelumnya pembinaan hanya dilakukan selama beberapa hari, persiapan kali ini berlangsung jauh lebih panjang.

Para kafilah menjalani TC di Mataram selama sekitar 40 hari sebelum melanjutkan persiapan di Semarang. Pola tersebut dinilai membuat peserta memiliki waktu lebih panjang untuk memperkuat kemampuan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi persaingan nasional.

Bagi Gubernur Iqbal, prestasi dalam MTQ juga tidak semata-mata berbicara mengenai jumlah juara. Lebih jauh, MTQ menjadi bagian dari upaya menghidupkan syiar Al-Qur’an sekaligus membangun generasi muda NTB.

Keberhasilan Khairunnisa juga dinilai menjadi bukti bahwa talenta perempuan NTB mampu bersaing di tingkat nasional.

Gubernur Iqbal berharap capaian tersebut dapat menjadi inspirasi bagi peserta junior untuk mengikuti jejaknya pada MTQ mendatang.

Khairunnisa mengakui pembinaan yang berlangsung hampir dua bulan membuat persiapannya jauh lebih matang dibandingkan sebelumnya.

Ia berharap pola pembinaan yang lebih panjang dan intensif tersebut dapat terus dipertahankan serta ditingkatkan.

Namun, di balik keberhasilan masuk 10 besar, Gubernur Iqbal melihat masih ada pekerjaan besar yang harus diselesaikan NTB.

Salah satunya adalah memastikan talenta-talenta terbaik daerah tetap mendapat ruang pembinaan dan tidak memilih membela daerah lain.

Ia menyinggung kasus qari asal Bima, Samsuri Firdaus, yang pernah mendapatkan pembinaan di NTB namun kemudian berprestasi dengan membawa nama daerah lain.

Karena itu, Pemprov NTB bersama LPTQ berencana memperkuat sistem talent scouting hingga tingkat desa dan kecamatan.

Pembinaan juga diharapkan tidak berhenti setelah MTQ selesai, tetapi dilakukan secara berkelanjutan untuk menjaga kesinambungan prestasi.

“Tidak boleh turun dari ranking 9 ini. Minimal 9. Syukur-syukur bisa masuk 5 besar dulu,” kata Gubernur Iqbal.

Pemprov NTB juga menyiapkan bonus dan apresiasi bagi para kafilah yang berhasil mengukir prestasi. Namun, besaran bonus tersebut akan diumumkan kemudian.

Perjalanan Khairunnisa bahkan belum berhenti di MTQ Nasional. Setelah meraih Juara 1 di Semarang, qariah asal Bima tersebut akan membawa nama Indonesia ke ajang MTQ Internasional di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Oktober mendatang.

Sebelum berangkat, Khairunnisa kembali akan menjalani pembinaan bersama LPTQ NTB. Persiapan tersebut diharapkan dapat memperkuat performanya saat menghadapi kompetisi di tingkat internasional.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) NTB, H. Amir, mengatakan perhatian terhadap kafilah selama MTQ Nasional juga tidak hanya menyangkut kemampuan teknis.

Aspek mental peserta turut menjadi perhatian. Selama pelaksanaan MTQ Nasional di Semarang, pendampingan terhadap kondisi mental kafilah dilakukan, termasuk melalui dukungan dari RS Mutiara Sukma.

Menurutnya, aspek pendampingan mental tersebut menjadi bagian yang penting untuk terus dikembangkan dalam pola pembinaan kafilah NTB ke depan.

Bagi Khairunnisa, capaian di Semarang tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Ia menyampaikan terima kasih kepada Gubernur NTB, Pemerintah Provinsi NTB, masyarakat, para pelatih, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan selama proses persiapan hingga pelaksanaan MTQ Nasional.

Kini, posisi kesembilan menjadi pijakan baru NTB. Tantangannya bukan lagi sekadar kembali ke 10 besar, melainkan menjaga konsistensi pembinaan agar prestasi tersebut tidak berhenti sebagai capaian sesaat.(PB04)