LOMBOK TIMUR, PERSBIRU.COM – Puluhan ribu jemaah memadati GOR Hamzanwadi Pancor, Lombok Timur, dalam puncak peringatan Hari Ulang Tahun (Hultah) ke-91 Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) dan Haul ke-29 Almagfurullah Maulana Syaikh TGKH. Zainuddin Abdul Madjid.

Jemaah datang dari berbagai penjuru, tidak hanya dari Pulau Lombok, tetapi juga dari sejumlah daerah di Indonesia yang telah memiliki kepengurusan perwakilan wilayah NWDI.

Mereka tumplek dalam suasana khidmat mengikuti rangkaian pengajian akbar yang menjadi puncak peringatan tersebut.

Wakil Bupati (Wabup) Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, turut hadir mewakili Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin.

Kehadiran orang nomor dua di Kabupaten Lombok Timur itu didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur, HM. Juaini Taofik.

Dari pantauan di lokasi, Wabup Edwin bersama Sekda Lombok Timur mengikuti jalannya kegiatan dengan khidmat. Kehadiran jajaran pemerintah daerah tersebut menjadi bagian dari momentum penting bagi warga NWDI yang setiap tahun memperingati perjalanan organisasi sekaligus mengenang jasa dan perjuangan Maulana Syaikh TGKH. Zainuddin Abdul Madjid.

Puncak Hultah ke-91 NWDI tahun ini berlangsung semarak. GOR Hamzanwadi Pancor dipenuhi jemaah yang datang untuk mengikuti pengajian akbar sekaligus memperingati Haul ke-29 Almagfurullah Maulana Syaikh TGKH. Zainuddin Abdul Madjid.

Kehadiran jemaah dari berbagai daerah membuat kawasan kegiatan dipenuhi lautan manusia. Antusiasme tersebut menunjukkan besarnya perhatian dan keterikatan masyarakat terhadap momentum Hultah NWDI, terlebih Pancor dikenal sebagai salah satu pusat penting dalam perjalanan sejarah NWDI.

Tidak hanya masyarakat dari berbagai wilayah di Pulau Lombok, jemaah juga datang dari daerah-daerah lain di Indonesia.

Mereka berasal dari wilayah yang telah memiliki pengurus perwakilan NWDI, sehingga peringatan Hultah tidak sekadar menjadi agenda lokal, tetapi juga menjadi momentum yang mempertemukan warga NWDI dari berbagai daerah.

Suasana semakin semarak dengan hadirnya sejumlah tokoh yang menyampaikan tausiah dalam pengajian akbar. Para jemaah mendapatkan siraman keagamaan dari tokoh-tokoh yang dikenal luas di tengah masyarakat.

Mereka di antaranya TGB Dr. Muhammad Zainul Majdi, Lc., MA, Prof. Dr. Ustadz Abdul Somad, Lc., Ph.D (UAS), Al-Habib Jindan Bin Naufal Bin Salim Bin Jindan, serta Prof. Dr. Ala Musthafa Na’imah.

Kehadiran para penceramah tersebut menjadi salah satu daya tarik utama dalam puncak peringatan Hultah ke-91 NWDI. Ribuan hingga puluhan ribu jemaah tampak mengikuti pengajian dengan penuh perhatian.

Momentum tersebut juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk kembali menyimak pesan-pesan keagamaan sekaligus mengenang perjuangan Maulana Syaikh TGKH. Zainuddin Abdul Madjid.

Peringatan Hultah ke-91 NWDI tidak hanya menandai perjalanan panjang organisasi, tetapi juga dirangkaikan dengan Haul ke-29 Almagfurullah Maulana Syaikh TGKH. Zainuddin Abdul Madjid.

Sosok Maulana Syaikh menjadi bagian penting dalam sejarah NWDI. Karena itu, momentum haul menjadi kesempatan bagi warga NWDI dan masyarakat yang hadir untuk mengenang kembali perjuangan serta jasa beliau.

Puncak peringatan yang dipusatkan di GOR Hamzanwadi Pancor pun berlangsung dalam suasana religius. Puluhan ribu jemaah dari berbagai daerah berkumpul dalam satu momentum, mengikuti pengajian akbar dan rangkaian peringatan dengan penuh kekhidmatan.

Bagi masyarakat yang hadir, Hultah ke-91 NWDI bukan sekadar peringatan tahunan. Momentum tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus pertemuan warga NWDI dari berbagai wilayah.

Kehadiran jemaah dari luar Lombok juga memperlihatkan luasnya jaringan NWDI yang telah berkembang di berbagai daerah di Indonesia.

Dengan berlangsungnya puncak Hultah ke-91 NWDI dan Haul ke-29 Maulana Syaikh TGKH. Zainuddin Abdul Madjid, GOR Hamzanwadi Pancor kembali menjadi titik berkumpulnya puluhan ribu jemaah dalam sebuah momentum keagamaan yang sarat dengan nilai silaturahmi, penghormatan terhadap ulama, serta penguatan kebersamaan warga NWDI.

Puncak peringatan tersebut sekaligus menegaskan bahwa perjalanan panjang NWDI terus menjadi bagian dari kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat, baik di Lombok Timur maupun di berbagai daerah di Indonesia.(PB07)