LOMBOK TENGAH, PERSBIRU.COM – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat resmi dibuka di Praya, Lombok Tengah, Selasa malam (9/6/2025).
Perhelatan akbar yang diikuti kafilah dari seluruh kabupaten dan kota di NTB itu menjadi momentum untuk memperkuat syiar Al-Qur’an sekaligus membangkitkan kembali prestasi Tilawatil Qur’an NTB di tingkat nasional maupun internasional.
Di hadapan ribuan masyarakat yang memadati arena utama MTQ, Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa MTQ tidak boleh dimaknai sebatas ajang perlombaan membaca atau menghafal Al-Qur’an.
Lebih dari itu, MTQ harus menjadi gerakan bersama untuk menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca dengan suara yang indah, tetapi harus menjadi pedoman dalam membangun kehidupan yang penuh kebaikan. Karena itu, MTQ adalah cara kita memuliakan Al-Qur’an sekaligus memuliakan akhlak,” ujar Gubernur Iqbal.
Pembukaan MTQ XXXI berlangsung meriah namun tetap khidmat. Hadir dalam acara tersebut Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri; Sekretaris Umum LPTQ Pusat, Prof. Dr. H. Muchlis M. Hanafi, Lc., M.A.; Bupati Lombok Tengah, HL Pathul Bahri, para kepala daerah se-NTB, unsur Forkopimda, tokoh agama, tuan guru, serta ribuan masyarakat.
Rangkaian acara diawali dengan parade kafilah dari 10 kabupaten dan kota se-NTB yang disambut antusias masyarakat.
Suasana religius semakin terasa melalui penampilan Parade Kalam Langit yang melantunkan Surah Al-Isra ayat 9–10 dan Surah Al-Hasyr ayat 21, menghadirkan pesan kuat tentang Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup dan sumber kemuliaan umat.
Sebagai tuan rumah, Bupati Lombok Tengah, HL Pathul Bahri menegaskan bahwa MTQ merupakan sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Menurutnya, semangat tersebut telah terlihat sejak malam ta’aruf hingga pawai ta’aruf yang diikuti sekitar 5.000 peserta dari seluruh daerah di NTB.
Pathul juga memaparkan berbagai program pembinaan Al-Qur’an yang telah dijalankan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, mulai dari pemberian hadiah umrah bagi peserta berprestasi, insentif guru ngaji, hingga dukungan pendidikan bagi hafiz dan hafizah untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi.
Dalam kesempatan itu, ia bahkan mengajak seluruh kepala daerah di NTB memperkuat kolaborasi dalam mendukung syiar Islam dan pembinaan Al-Qur’an.
“Kalau ada aturan urunan untuk kegiatan syiar Islam yang difasilitasi Pemerintah Provinsi NTB, kami siap patungan bersama-sama bupati dan wali kota, masing-masing sebesar Rp1 miliar untuk membumikan Al-Qur’an di NTB,” katanya yang disambut tepuk tangan hadirin.
Sementara itu, Sekretaris Umum LPTQ Pusat, Prof. Muchlis M. Hanafi mengaku terkesan dengan tingginya antusiasme masyarakat dalam menyukseskan MTQ XXXI NTB.
Menurutnya, atmosfer penyelenggaraan MTQ di Lombok Tengah tidak kalah dengan MTQ tingkat nasional.
“Saya merasakan semangat yang luar biasa. Masyarakat NTB menunjukkan kecintaan yang sangat kuat terhadap Al-Qur’an. Ini menunjukkan bahwa NTB adalah daerah yang religius dan berbudaya,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa MTQ merupakan bagian dari gerakan besar membangun literasi Al-Qur’an agar nilai-nilainya tidak hanya dibaca, tetapi juga dipahami, dihayati, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Mengusung tema “Masmirah Mendunia, Menebar Rahmatan Lil Alamin”, MTQ XXXI NTB diharapkan menjadi ruang mempererat persaudaraan, memperkuat nilai-nilai keislaman, serta menghadirkan semangat perdamaian dan pembangunan berbasis akhlak.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Iqbal mengingatkan bahwa NTB memiliki sejarah panjang sebagai daerah penghasil qari dan qariah berprestasi yang pernah mengharumkan nama daerah di tingkat nasional hingga internasional.
Karena itu, ia menilai MTQ XXXI harus menjadi titik awal kebangkitan kembali prestasi Al-Qur’an NTB.
“Dulu NTB selalu menjadi daerah yang diperhitungkan dan hampir selalu berada di tiga besar nasional. Dari Lombok Tengah malam ini, kita teguhkan tekad untuk mengembalikan kejayaan tersebut dan melahirkan kembali qari dan qariah terbaik yang mampu membawa nama NTB ke tingkat nasional maupun internasional,” tegasnya.
Gubernur Iqbal juga menilai NTB memiliki modal sosial dan spiritual yang kuat sebagai daerah yang dikenal dengan julukan Pulau Seribu Masjid.
Bahkan, ia mencetuskan gagasan besar menjadikan NTB sebagai pusat pengembangan Tilawatil Qur’an di Indonesia.
“Kalau Aceh dikenal sebagai Serambi Mekkah, maka bukan sesuatu yang berlebihan jika kita bercita-cita menjadikan NTB sebagai Serambi Al-Qur’an. Dan Insya Allah, NTB siap apabila dipercaya menjadi tuan rumah MTQ tingkat nasional pada masa yang akan datang,” katanya.
Pembukaan MTQ XXXI kemudian ditandai dengan pemukulan beduk bersama oleh Gubernur NTB, Wakil Gubernur, para kepala daerah, unsur Forkopimda, dan tokoh agama sebagai simbol dimulainya seluruh rangkaian perlombaan.
Kemeriahan malam pembukaan mencapai puncaknya saat ratusan penari menampilkan Tarian Kolosal Rahmatan Lil Alamin yang memadukan seni budaya lokal dengan pesan-pesan keislaman dalam sebuah pertunjukan spektakuler.
Lebih dari sekadar seremoni pembukaan, MTQ XXXI NTB menjadi simbol tekad bersama untuk terus membumikan Al-Qur’an, memperkuat karakter generasi muda, mempererat persaudaraan, dan mengembalikan kejayaan prestasi Tilawatil Qur’an NTB menuju panggung nasional hingga dunia.(PB02)






