LOMBOK TIMUR, PERSBIRU.COM – Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin meminta jajaran manajemen PDAM Lombok Timur segera menyiapkan langkah mitigasi yang konkret untuk menghadapi potensi kekeringan ekstrem akibat fenomena El Nino yang diprediksi melanda Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Arahan tersebut disampaikan Bupati selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM) dalam Rapat Pertanggungjawaban Direksi PDAM Kabupaten Lombok Timur, Rabu (8/7/2026).

Menurut Bupati Iron, demikian Bupati Lombok Timur ini biasa disapa, prediksi kekeringan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) harus menjadi peringatan serius.

Penurunan debit sumber air baku berpotensi mengganggu pelayanan air bersih kepada masyarakat dan memicu berbagai persoalan di lapangan apabila tidak diantisipasi sejak dini.

Karena itu, ia meminta seluruh jajaran PDAM Lombok Timur mulai menyusun strategi mitigasi yang terukur agar distribusi air tetap berjalan optimal, terutama saat musim kemarau mencapai puncaknya pada Agustus hingga September mendatang.

Bupati Iron juga menyoroti pentingnya menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat di wilayah selatan Lombok Timur.

Meski saat ini pelayanan semakin terbantu melalui optimalisasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) hingga kawasan Batu Nampar dan sekitarnya, wilayah tersebut dinilai masih membutuhkan perhatian khusus ketika musim kemarau tiba.

Ia meminta Direktur Utama PDAM Lombok Timur mengambil langkah yang bijaksana, menjaga komunikasi dengan masyarakat, serta memastikan pasokan air ke wilayah selatan tetap aman dan tidak mengalami gangguan.

Di sisi lain, Bupati Iron memberikan apresiasi atas kinerja manajemen PDAM Lombok Timur. Ia menilai berbagai capaian yang dipaparkan Direksi mencerminkan kondisi nyata di lapangan dan menunjukkan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Respons cepat petugas dalam menangani laporan kebocoran pipa juga mendapat perhatian positif. Meski demikian, Bupati Iron mengingatkan agar seluruh jajaran tidak cepat berpuas diri.

Menurutnya, keberhasilan yang diraih saat ini justru harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pelayanan, bukan alasan untuk lengah.

“Hari ini kita boleh berbangga dengan capaian yang ada, namun kita harus tetap waspada menghadapi bulan Agustus dan September mendatang. Kita berdoa agar prediksi kekeringan dari BMKG tidak terjadi. Namun, secara internal, PDAM harus fokus pada langkah mitigasi dan pencarian solusi konkret,” tegasnya.

Selain mengantisipasi dampak kekeringan, Bupati Iron juga menyoroti kerugian PDAM akibat kerusakan jaringan pipa yang sering terjadi karena proyek pelebaran jalan maupun pembangunan gorong-gorong.

Ia menegaskan perlunya regulasi yang lebih tegas agar setiap pekerjaan konstruksi yang berpotensi bersinggungan dengan jaringan pipa air bersih terlebih dahulu melalui koordinasi dengan PDAM.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah kerusakan infrastruktur, meminimalkan kerugian daerah, sekaligus menjaga kontinuitas pelayanan air bersih kepada masyarakat Lombok Timur.(PB07)