JAKARTA, PERSBIRU.COM – Otoritas Arab Saudi mengeluarkan peringatan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul perkembangan situasi keamanan di sejumlah wilayah, termasuk Mekkah, Jeddah, dan Taif, pada 15 September 2026.
Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Heni Hamidah, mengatakan otoritas Arab Saudi meminta masyarakat untuk mengambil langkah pencegahan selama situasi berlangsung.
Warga diminta tetap berada di dalam bangunan, menghindari area terbuka serta kerumunan, dan mengikuti informasi maupun arahan yang disampaikan melalui kanal resmi pemerintah.
Peringatan tersebut menjadi perhatian bagi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Arab Saudi, termasuk jemaah maupun masyarakat Indonesia yang tinggal dan beraktivitas di wilayah yang terdampak imbauan keamanan.
Namun, hingga saat ini tidak terdapat laporan mengenai WNI yang terdampak akibat situasi tersebut.
Perkembangan situasi kemudian disampaikan oleh Saudi Civil Defense. Otoritas pertahanan sipil Arab Saudi menyatakan kondisi telah berakhir sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas seperti biasa.
Meski demikian, masyarakat tetap diminta memperhatikan arahan resmi yang dikeluarkan otoritas setempat.
Imbauan tersebut menjadi penting mengingat perkembangan situasi keamanan di kawasan dapat berubah dan membutuhkan respons cepat dari masyarakat.
Kemlu RI melalui perwakilan Indonesia di Arab Saudi terus mengikuti perkembangan kondisi di lapangan.
Pemantauan dilakukan sembari berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk memastikan informasi terkait keselamatan WNI dapat diperoleh secara cepat dan akurat.
Perwakilan RI di Arab Saudi juga mengimbau WNI untuk tidak mengabaikan informasi resmi dan tetap meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas.
WNI yang berada di Mekkah, Jeddah, Taif maupun wilayah Arab Saudi lainnya diharapkan mengikuti instruksi pemerintah setempat, terutama apabila kembali muncul peringatan terkait kondisi keamanan.
Kemlu RI menegaskan bahwa sampai informasi terakhir yang disampaikan, belum terdapat laporan WNI yang terdampak.
Pemantauan terhadap kondisi WNI akan terus dilakukan oleh perwakilan RI bersama otoritas terkait di Arab Saudi.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya perlindungan dan memastikan WNI memperoleh informasi apabila terjadi perkembangan lebih lanjut.
Bagi WNI yang menghadapi kondisi darurat di Arab Saudi, Perwakilan RI telah menyediakan layanan hotline yang dapat dihubungi.
WNI dapat menghubungi Hotline KBRI Riyadh di +966 569173990 atau Hotline KJRI Jeddah di +966 50 360 9667.
Masyarakat Indonesia di Arab Saudi juga diimbau untuk menyimpan nomor tersebut dan menggunakannya apabila membutuhkan bantuan dalam kondisi darurat.
Sementara itu, setelah Saudi Civil Defense menyatakan situasi telah berakhir, aktivitas masyarakat dapat kembali berlangsung seperti biasa.
Kendati demikian, kewaspadaan dan kepatuhan terhadap informasi resmi tetap menjadi langkah penting bagi WNI selama berada di Arab Saudi.(PB01)






