LOMBOK TENGAH, PERSBIRU.COM – MotoGP Mandalika 2026 tak hanya menyiapkan lintasan dan pertunjukan balap berkecepatan tinggi. Di balik aksi para pembalap, kesiapan sistem medis menjadi salah satu bagian penting yang mendapat perhatian serius.

Kualitas tim medis Nusa Tenggara Barat (NTB) bahkan mendapat pengakuan dari Dorna Sports, pemegang hak komersial MotoGP.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal menyebut tim medis yang disiapkan RSUD Provinsi NTB dinilai memiliki kemampuan penanganan kegawatdaruratan olahraga atau sports emergency yang berada di level internasional.

Tak tanggung-tanggung, menurut Iqbal, Dorna menilai kualitas tim medis NTB berada di atas sejumlah negara Eropa.

“Tim medis ini adalah tim medis emergency untuk sport yang terbaik, salah satu yang terbaik di dunia. Bahkan, rank-nya lebih tinggi dari sejumlah negara Eropa,” kata Gubernur Iqbal, Kamis (8/10/2026).

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kesiapan MotoGP Mandalika tidak hanya diukur dari kesiapan sirkuit, tetapi juga dari kemampuan sistem keselamatan dan medis dalam merespons kecelakaan yang dapat terjadi dalam hitungan detik.

Gubernur Iqbal mengungkapkan, pengakuan tersebut diperkuat dengan pemberian lisensi khusus dari Dorna kepada tim medis RSUD Provinsi NTB.

Lisensi yang disebut sebagai super license itu mencakup sistem penanganan medis secara menyeluruh, mulai dari pelayanan di area sirkuit hingga penanganan pasien di rumah sakit rujukan.

“Dorna yang memberikan lisensi, yang dia sebut sendiri super license, kepada tim dari RSUD NTB. Jadi, ini sudah license, baik di rumah sakitnya, mulai dari sini sampai di rumah sakit,” jelasnya.

Sistem tersebut dirancang terintegrasi sehingga penanganan korban tidak berhenti pada pertolongan pertama di lintasan.

Pasien dapat langsung ditangani melalui rangkaian prosedur medis hingga mendapatkan perawatan lanjutan di rumah sakit.

Ada tiga unsur utama yang terlibat dalam sistem tersebut. Pertama, tim medis yang berada di dalam sirkuit. Kedua, tim yang menangani kedaruratan sekaligus proses evakuasi. Ketiga, tim medis di RSUD Provinsi NTB sebagai rumah sakit rujukan.

Integrasi ketiga tim tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan setiap insiden dapat ditangani secara cepat, terukur, dan berkesinambungan.

Kesiapan medis MotoGP Mandalika 2026 juga diperkuat dengan dukungan Evakuasi Medis Udara (EMU).

Basarnas menyiagakan dua unit helikopter jenis AS 365 N3+ Dauphin untuk mengantisipasi kondisi darurat yang membutuhkan pemindahan pasien secara cepat dari kawasan sirkuit menuju RSUD Provinsi NTB.

Kedua helikopter tersebut memiliki nomor registrasi HR-3601 dan HR-3604.

Kesiapan armada udara itu telah diuji sebelum balapan berlangsung. Pada Rabu (7/10/2026), kedua helikopter menjalani pengecekan jalur penerbangan sekaligus titik pendaratan di dua lokasi penting, yakni helipad RSUD Provinsi NTB dan Pertamina Mandalika International Circuit.

Helikopter HR-3601 mendarat di helipad RSUD Provinsi NTB pada pukul 13.17 Wita. Lima menit kemudian, HR-3604 menyusul dan mendarat pada pukul 13.22 Wita.

Setelah memastikan kesiapan titik pendaratan dan jalur penerbangan, kedua helikopter kemudian melanjutkan penerbangan menuju Sirkuit Mandalika. Keduanya tiba di helipad sirkuit pada pukul 13.42 Wita.

Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi mengatakan, pengerahan dua helikopter tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan respons cepat apabila terjadi insiden selama penyelenggaraan MotoGP.

“Kami menyiagakan dua unit helikopter beserta crew dan tim medis untuk memastikan respons cepat jika terjadi insiden darurat yang membutuhkan Evakuasi Medis Udara (EMU),” ujar Hariyadi.

Dengan dukungan tersebut, proses evakuasi pasien tidak hanya mengandalkan jalur darat. Dalam kondisi tertentu, jalur udara dapat menjadi pilihan untuk mempercepat proses pemindahan korban menuju fasilitas medis.

MotoGP Mandalika 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah.

Bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB, kesiapan medis merupakan bagian dari keseluruhan standar penyelenggaraan ajang internasional tersebut.

Namun, Gubernur Iqbal menilai Mandalika memiliki keunggulan lain yang tidak semata-mata berkaitan dengan teknis balapan.

Menurutnya, pengalaman menyaksikan MotoGP di Mandalika menawarkan karakter tersendiri yang tidak selalu bisa ditemukan di sirkuit lain di dunia.

“Anda bisa lihat MotoGP di seluruh dunia, tetapi dari tempat lain belum tentu Anda bisa merasakan MotoGP Mandalika. Jadi, ini nilai khas dari MotoGP Mandalika,” ujar Gubernur Iqbal.

Dengan perpaduan antara standar keselamatan internasional, kesiapan tim medis, dukungan evakuasi udara, dan karakter destinasi Lombok, MotoGP Mandalika 2026 diposisikan bukan sekadar sebagai agenda olahraga.

Ajang tersebut juga menjadi panggung untuk menunjukkan kapasitas NTB dalam menggelar perhelatan olahraga kelas dunia—termasuk memastikan bahwa ketika insiden terjadi di lintasan, sistem pertolongan sudah siap bekerja bahkan sebelum penonton sempat menyadarinya.(PB03)