MATARAM, PERSBIRU.COM – Penghargaan bagi aparatur sipil negara (ASN) kerap berakhir pada seremoni, piagam, dan nama-nama penerima penghargaan. Namun, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) ingin membawa gagasan yang lebih jauh melalui ASN NTB Awards 2026.
Ajang yang memasuki tahun kedua penyelenggaraan ini tidak hanya diarahkan untuk mencari ASN berprestasi. Pemprov NTB ingin menjadikan penghargaan tersebut sebagai cara untuk menemukan, mengapresiasi, sekaligus menyebarluaskan praktik kerja terbaik agar dapat ditiru dan menjadi budaya positif di lingkungan birokrasi.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTB, Tribudi Prayitno, mengatakan penghargaan seharusnya tidak berhenti pada pengakuan terhadap individu.
“Yang ingin kita bangun bukan sekadar kompetisi untuk mendapatkan penghargaan. Lebih dari itu, kita ingin menemukan dan mengangkat praktik-praktik baik yang dilakukan ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB,” kata Tribudi, di Mataram, Senin (5/10/2026).
Menurut dia, ASN yang mampu bekerja dengan baik, berinovasi, memberikan pelayanan secara sungguh-sungguh, serta menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat perlu mendapatkan apresiasi sekaligus menjadi sumber inspirasi bagi ASN lainnya.
Dengan pendekatan tersebut, ASN NTB Awards 2026 diharapkan tidak hanya melahirkan daftar penerima penghargaan setiap tahun. Lebih jauh, ajang ini diarahkan untuk menciptakan efek berantai di lingkungan pemerintahan.
Kinerja yang baik diharapkan dapat dipelajari oleh unit kerja lain. Inovasi tidak berhenti pada satu ASN atau satu perangkat daerah. Begitu pula dengan integritas dan kualitas pelayanan yang diharapkan berkembang menjadi kebiasaan bersama.
Karena itu, ASN NTB Awards ditempatkan sebagai bagian dari penguatan manajemen ASN berbasis kinerja sekaligus penerapan sistem merit, yakni pengelolaan ASN berdasarkan kualifikasi, kompetensi, kinerja, dan pertimbangan objektif lainnya.
Proses penghargaan dirancang dengan prinsip objektif, terukur, transparan, dan akuntabel. Penilaian tidak hanya melihat capaian individu, tetapi juga mempertimbangkan kontribusi, kinerja, inovasi, integritas, keteladanan, serta dampak dari pelaksanaan tugas.
Memasuki tahun kedua, ASN NTB Awards 2026 membuka tujuh kategori penghargaan. Kategori tersebut meliputi Jabatan Administrator, Jabatan Pengawas, Jabatan Pelaksana, Jabatan Fungsional Jenjang Keahlian, Jabatan Fungsional Jenjang Keterampilan, PPPK, dan ASN Inspiratif.
Kategori ASN Inspiratif menjadi salah satu ruang untuk memberikan apresiasi kepada ASN yang memiliki kegiatan sosial dengan dampak positif, nyata, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Perhatian juga diberikan kepada ASN yang bertugas di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Mereka dinilai memiliki tantangan tersendiri karena harus bekerja di tengah keterbatasan akses dan fasilitas, tetapi tetap dituntut menunjukkan profesionalitas serta memberikan pelayanan terbaik.
ASN yang mampu menghadapi keterbatasan tersebut sekaligus memberi inspirasi dan motivasi bagi lingkungan sekitarnya dinilai layak mendapatkan ruang dalam penghargaan ini.
Untuk menjaga objektivitas, proses seleksi dilakukan secara berjenjang dengan melibatkan tim juri dari berbagai unsur, mulai dari akademisi, praktisi, hingga media.
Sosialisasi ASN NTB Awards 2026 telah dilaksanakan pada 28 September 2026. Sementara itu, pendaftaran peserta masih dibuka hingga 12 Oktober 2026 melalui portal asnntb.my.id.
Setiap perangkat daerah juga diwajibkan mengusulkan sedikitnya satu ASN pada setiap kategori yang tersedia.
Lebih dari sekadar mencari sosok terbaik, penghargaan ini juga diarahkan untuk memperkuat penerapan nilai dasar ASN BerAKHLAK, yakni Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.
Tribudi menegaskan bahwa penghargaan diharapkan memberikan efek yang lebih luas terhadap lingkungan birokrasi.
“Kita ingin penghargaan ini memberikan efek yang lebih luas. ASN yang mendapatkan apresiasi diharapkan dapat menjadi teladan bahwa bekerja dengan integritas, memberikan pelayanan yang baik, menghasilkan inovasi dan memberikan kontribusi nyata adalah bagian dari nilai yang harus terus kita tumbuhkan dalam birokrasi,” ujarnya.
Para penerima penghargaan nantinya akan ditetapkan sebagai Terbaik I, II, dan III pada masing-masing kategori.
Untuk apresiasinya, Terbaik I memperoleh hadiah umrah senilai Rp35 juta, Terbaik II sebesar Rp10 juta, dan Terbaik III sebesar Rp5 juta.
Meski demikian, hadiah tersebut bukanlah tujuan utama penyelenggaraan ASN NTB Awards. Nilai yang ingin ditekankan tetap berada pada pengakuan terhadap prestasi, dedikasi, integritas, inovasi, dan keteladanan ASN.
Penyelenggaraan ASN NTB Awards 2026 memiliki landasan Peraturan Gubernur NTB Nomor 22 Tahun 2025 tentang Pemberian Penghargaan bagi Pegawai ASN Berprestasi di Lingkungan Pemprov NTB serta Keputusan Gubernur NTB Nomor 100.3.3.1-502 Tahun 2025 tentang Pedoman Pemberian Penghargaan bagi Pegawai ASN Berprestasi.
Pada akhirnya, keberhasilan ASN NTB Awards tidak semestinya diukur hanya dari siapa yang membawa pulang penghargaan.
Ukuran yang lebih penting adalah apa yang terjadi setelah penghargaan diberikan.
Jika praktik kerja yang baik mulai ditiru, inovasi menyebar dari satu unit kerja ke unit lainnya, integritas semakin mengakar, dan kualitas pelayanan publik meningkat, maka penghargaan tersebut telah melampaui fungsi seremonialnya.
ASN NTB Awards 2026 pun tidak lagi sekadar menjadi ajang memilih ASN terbaik. Ia menjadi pesan bahwa kinerja yang baik layak dihargai, layak diteladani, dan yang paling penting, layak ditularkan.
Sebab, pada akhirnya, perubahan birokrasi tidak hanya lahir dari aturan baru, tetapi juga dari orang-orang yang menunjukkan bahwa bekerja dengan integritas, kompetensi, inovasi, dan orientasi pelayanan dapat menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.(PB03)






