LOMBOK TIMUR, PERSBIRU.COM – Sebanyak 773 pelajar dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Lombok Timur turun ke gelanggang.

Mereka bukan sekadar berebut kemenangan dalam Open Turnamen Bupati Cup Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Lombok Timur 2026, tetapi juga membawa ambisi lebih besar: membangun prestasi sekaligus mempersiapkan regenerasi atlet menuju panggung olahraga yang lebih tinggi.

Open Turnamen Bupati Cup IPSI 2026 tingkat pelajar se-Kabupaten Lombok Timur resmi dibuka Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, di Sport Hall, Rabu (7/10/2026).

Jumlah peserta yang mencapai 773 pelajar menunjukkan besarnya minat generasi muda Lombok Timur terhadap pencak silat.

Peserta terdiri atas 168 siswa sekolah dasar (SD), 340 siswa sekolah menengah pertama (SMP), dan 265 siswa sekolah menengah atas (SMA).

Turnamen tersebut sekaligus menjadi ruang bagi para pelajar untuk mengasah kemampuan, menguji mental bertanding, dan belajar menghadapi tekanan kompetisi sejak usia dini.

Bupati Lombok Timur yang akrab disapa Bupati Iron menegaskan, pencak silat tidak boleh dipandang sebatas olahraga yang mengandalkan kekuatan fisik.

Di balik gerakan dan teknik bela diri, terdapat nilai budaya, seni, disiplin, serta pembentukan karakter yang penting bagi generasi muda.

Menurutnya, kemampuan bela diri semestinya digunakan untuk tujuan yang benar. Pencak silat harus menjadi bekal untuk melindungi diri, keluarga, maupun masyarakat ketika membutuhkan pertolongan, bukan justru menjadi alasan untuk mencari lawan atau terlibat perkelahian.

Pesan tersebut menjadi penting di tengah antusiasme pelajar yang semakin tinggi terhadap seni bela diri. Bagi Bupati Iron, semakin banyak anak muda yang menekuni pencak silat harus diikuti dengan pemahaman terhadap nilai-nilai yang melekat di dalamnya.

“Jangan jadikan pencak silat untuk mencari musuh,” menjadi salah satu pesan yang ditekankan dalam kesempatan tersebut.

Bupati Iron juga mendorong para peserta agar tidak menjadikan kekalahan sebagai sesuatu yang harus ditakuti. Dalam kompetisi, menang dan kalah merupakan bagian dari proses pembentukan seorang atlet.

Justru, kata dia, ada hal lain yang jauh lebih layak ditakuti oleh seorang atlet, yakni ketidakdisiplinan dalam berlatih serta hilangnya rasa hormat kepada pelatih, guru, dan orang tua.

Sikap tersebut dinilai menjadi fondasi penting untuk membangun atlet yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga karakter kuat.

Lombok Timur sendiri disebut memiliki jumlah pelajar dan peminat seni bela diri yang besar di Nusa Tenggara Barat (NTB). Kondisi tersebut menjadi modal penting dalam membangun sistem pembinaan atlet sejak usia sekolah.

Karena itu, Bupati Iron meminta para peserta memanfaatkan turnamen tersebut sebagai bagian dari proses belajar. Setiap pertandingan diharapkan dapat menjadi pengalaman untuk mengevaluasi kemampuan sekaligus memperkuat mental sebelum menghadapi kompetisi yang lebih besar.

Selain teknik dan mental bertanding, aspek kesehatan juga menjadi perhatian. Bupati Iron mengingatkan para pelajar untuk menerapkan pola hidup sehat, disiplin menjalani latihan, serta menjaga asupan nutrisi.

Ia juga mengingatkan peserta untuk menjauhi minuman beralkohol dan minuman dengan pemanis buatan sebagai bagian dari upaya menjaga kondisi tubuh dan mendukung performa sebagai atlet.

Menurutnya, prestasi tidak lahir secara instan. Kemampuan seorang atlet dibangun melalui latihan yang konsisten, kedisiplinan, pola hidup sehat, serta kemauan untuk terus memperbaiki diri.

Turnamen Bupati Cup IPSI 2026 juga mendapat apresiasi dari Bupati Iron karena dinilai menjadi bagian dari upaya pembinaan atlet di Lombok Timur.

Ajang tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu tahapan dalam menyiapkan atlet-atlet potensial yang nantinya mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi, termasuk menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

“Bupati Iron” menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran pengurus IPSI Lombok Timur yang telah menyelenggarakan kompetisi tersebut. Ia berharap seluruh rangkaian pertandingan berjalan lancar dan tetap mengedepankan sportivitas.

Pembukaan turnamen ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin. Prosesi tersebut turut didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Timur, M. Nurul Wathoni, serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, jajaran pengurus IPSI, dan KONI Lombok Timur.

Dengan ratusan pelajar yang ambil bagian, Bupati Cup IPSI 2026 bukan hanya menjadi arena adu teknik di atas gelanggang. Lebih dari itu, turnamen ini menjadi ruang untuk menanamkan disiplin, sportivitas, rasa hormat, dan mental juara sejak bangku sekolah.

Dari Sport Hall Lombok Timur, 773 pelajar kini memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Sebagian mungkin pulang membawa medali.

Namun bagi dunia pembinaan olahraga, yang jauh lebih penting adalah menemukan dan menumbuhkan bibit-bibit atlet yang kelak mampu membawa nama Lombok Timur dan NTB ke level yang lebih tinggi.(PB07)