MATARAM, PERSBIRU.COM – MotoGP Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 bukan sekadar soal siapa yang paling cepat di lintasan Mandalika.
Bagi Nusa Tenggara Barat (NTB), ajang balap motor kelas dunia itu menjadi momentum untuk membuktikan bahwa sebuah event internasional bisa meninggalkan dampak yang lebih luas bagi daerah dan masyarakatnya.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB bersama penyelenggara, aparat keamanan, sektor transportasi, pariwisata hingga pelaku usaha kini mematangkan persiapan MotoGP Mandalika 2026.
Targetnya jelas: penyelenggaraan harus lebih baik dibanding tahun sebelumnya, sekaligus membuka ruang yang lebih besar bagi masyarakat lokal untuk ikut menikmati manfaat ekonominya.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal menegaskan, pengalaman penyelenggaraan sebelumnya harus menjadi pijakan untuk melakukan pembenahan.
Hal itu disampaikan saat memimpin Rapat Persiapan Penyelenggaraan MotoGP Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, di Hotel Lombok Raya, Mataram, Senin (14/9/2026).
Menurut Gubernur Iqbal, keberhasilan MotoGP tidak cukup diukur dari kelancaran balapan. Keterlibatan masyarakat lokal, volunteer, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga menjadi bagian penting dari kesuksesan event tersebut.
“Harapan kita MotoGP tahun ini menjadi penyelenggaraan yang lebih baik, dengan lebih banyak melibatkan masyarakat, volunteer lokal, serta memberikan ruang yang lebih besar bagi pelaku UMKM untuk berpartisipasi,” ujar Gubernur Iqbal.
Karena itu, persiapan dilakukan secara menyeluruh. Kesiapan sirkuit dan infrastruktur pendukung, kelistrikan, keamanan, transportasi, akomodasi, distribusi tiket hingga kesiapan penonton menjadi perhatian.
Seluruh sektor diminta bergerak dalam satu koordinasi. Bukan hanya untuk memastikan balapan berlangsung aman dan lancar, tetapi juga agar penonton dan wisatawan mendapatkan pengalaman yang lebih baik selama berada di NTB.
Dari sisi penyelenggara, Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia, Troy Reza Warokka menyebut persiapan MotoGP Mandalika 2026 telah mencapai sekitar 80 persen.
Sejumlah pekerjaan masih dalam tahap penyempurnaan, terutama pada fasilitas sirkuit, infrastruktur pendukung, kelistrikan, akomodasi, keamanan dan transportasi.
Troy juga memastikan pembalap yang dijadwalkan tampil di Mandalika 2026 akan hadir. Kehadiran para pembalap tersebut menjadi salah satu magnet utama untuk meningkatkan antusiasme masyarakat sekaligus memperkuat citra Mandalika sebagai destinasi sport tourism kelas dunia.
Namun, MotoGP tahun ini ingin membawa pesan yang lebih spesifik.
Jika sebelumnya semangat yang diusung adalah “Dari Indonesia Mendunia”, kini narasinya dipersempit sekaligus diperkuat menjadi “Dari Mandalika Mendunia”.
“Kalau tahun sebelumnya kita membawa semangat ‘Dari Indonesia Mendunia’, tahun ini kita ingin lebih spesifik: ‘Dari Mandalika Mendunia’,” kata Troy.
Pesan tersebut menempatkan Mandalika bukan sekadar tempat berlangsungnya balapan. Sirkuit di Lombok Tengah itu diposisikan sebagai etalase NTB di hadapan dunia.
MotoGP menjadi panggung untuk memperkenalkan lebih jauh pariwisata NTB, produk lokal, ekonomi kreatif hingga berbagai potensi daerah kepada wisatawan dan audiens internasional.
Semangat itu juga sejalan dengan visi pembangunan NTB, “Makmur Mendunia.”
Lonjakan kunjungan wisatawan selama MotoGP membuat sektor akomodasi kembali menjadi salah satu titik penting persiapan.
Pemprov NTB bersama pelaku industri pariwisata memastikan hotel, penginapan dan berbagai pilihan akomodasi lainnya siap menampung peningkatan kebutuhan penonton maupun wisatawan.
Koordinasi dilakukan agar kapasitas akomodasi tidak hanya mencukupi dari sisi jumlah, tetapi juga mampu memberikan pelayanan yang baik selama periode penyelenggaraan.
Soal tarif akomodasi, Gubernur Iqbal mengatakan pemerintah telah melakukan evaluasi bersama pelaku pariwisata.
Menurutnya, perkembangan pariwisata Mandalika yang semakin baik membuat mekanisme pasar dinilai sudah berjalan sehingga regulasi khusus mengenai tarif akomodasi tidak lagi diperlukan.
Meski demikian, pemerintah tetap melakukan koordinasi dan pengawasan. Termasuk terhadap penjualan tiket melalui pihak ketiga agar tidak menimbulkan persoalan bagi masyarakat maupun wisatawan.
Satu hal yang ingin diperkuat NTB pada MotoGP 2026 adalah keterlibatan UMKM lokal.
Bagi pemerintah daerah, jutaan pasang mata yang tertuju ke Mandalika seharusnya tidak berhenti pada tontonan balap. Momentum tersebut harus diterjemahkan menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat.
Kuliner, kerajinan, produk kreatif dan berbagai produk unggulan NTB diharapkan memperoleh ruang yang lebih besar dalam rangkaian event.
Dengan begitu, wisatawan yang datang bukan hanya menghabiskan waktu di sirkuit, tetapi juga memiliki lebih banyak kesempatan mengenal, membeli dan membawa pulang produk lokal NTB.
Logikanya sederhana: semakin besar aktivitas ekonomi yang tercipta selama MotoGP, semakin besar pula peluang manfaat event internasional tersebut mengalir ke masyarakat.
Di sisi keamanan, Wakapolda NTB Brigjen Pol. Hari Nugroho mengatakan persiapan pengamanan dilakukan secara terpadu.
Pengamanan mencakup kawasan sirkuit, akses menuju lokasi, transportasi, akomodasi, pelayanan hingga protokol. Persiapan juga memperhitungkan kemungkinan kehadiran Presiden Republik Indonesia.
“Seluruh unsur harus bersinergi memastikan kesiapan pengamanan, transportasi, akomodasi, pelayanan, dan protokol,” ujarnya.
Bagi NTB, kemungkinan kehadiran Presiden dalam event internasional tersebut bukan hanya persoalan protokoler. Momentum itu menjadi kebanggaan sekaligus kehormatan bagi daerah.
Karena itu, kesiapan tuan rumah harus terlihat dari berbagai sisi—mulai dari keamanan, mobilitas, pelayanan hingga kemampuan daerah menyambut tamu dan wisatawan dari berbagai penjuru dunia.
Pada akhirnya, tantangan MotoGP Mandalika 2026 bukan sekadar membuat balapan berlangsung sukses.
NTB ingin menunjukkan bahwa pengalaman penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya telah menghasilkan pembelajaran yang konkret.
Event yang sebelumnya identik dengan adrenalin di lintasan kini diarahkan menjadi mesin penggerak pariwisata dan ekonomi daerah.
Mandalika ingin menjadi lebih dari sekadar tempat para pembalap dunia beradu kecepatan.
Dari Mandalika, NTB ingin pariwisatanya semakin dikenal, produk lokalnya semakin dilirik, UMKM-nya mendapatkan pasar, dan masyarakatnya memperoleh manfaat yang lebih besar.
MotoGP tetap tentang kecepatan. Namun bagi NTB, tantangan terbesarnya adalah memastikan dampak dari kecepatan itu ikut melaju ke masyarakat.(PB02)






