MATARAM, PERSBIRU.COM – Solidaritas dari Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mengalir. Di tengah situasi bencana yang menelan puluhan korban jiwa dan merusak ribuan rumah, industri jasa keuangan NTB bersama masyarakat ikut bergerak menggalang bantuan kemanusiaan untuk meringankan beban warga terdampak.
Bantuan tersebut diserahkan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Wilayah NTB bersama Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Provinsi NTB kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB untuk selanjutnya diteruskan ke lokasi bencana di NTT.
Penyerahan bantuan diterima langsung Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) Provinsi NTB, Ahsanul Khalik, di ruang kerjanya, pada Rabu (19/8/2026).
Gerakan kemanusiaan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian lintas daerah sekaligus menunjukkan bahwa solidaritas tidak berhenti pada batas wilayah administrasi.
NTB menjadi salah satu daerah yang turut bergerak memberikan dukungan bagi masyarakat NTT yang tengah menghadapi situasi sulit akibat bencana.
Berdasarkan data yang disampaikan, sekitar 1.600 rumah mengalami kerusakan dan 68 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut.
Sejumlah wilayah dilaporkan mengalami dampak cukup parah, di antaranya Kabupaten Manggarai Timur dan Kabupaten Nagekeo.
Sebelumnya, dukungan kemanusiaan dari NTB juga telah disalurkan dalam bentuk 34 ton beras untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Kali ini, bantuan kembali dihimpun dari berbagai unsur industri jasa keuangan dan masyarakat. Total dana yang terkumpul mencapai Rp35.086.369.
Rinciannya, Rp20 juta berasal dari FKIJK NTB, kemudian Rp10 juta dari BMPD Provinsi NTB dalam bentuk uang tunai.
Sementara Rp5.086.369 lainnya dihimpun dari peserta Pekan QRIS Nasional (PQN) 2026 yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTB.
Dana yang terkumpul melalui PQN 2026 tersebut disalurkan secara langsung melalui transfer kepada Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB yang saat ini berada di Posko Manggarai Barat, NTT.
Mekanisme penyaluran tersebut dipilih agar bantuan dapat bergerak lebih cepat dan memudahkan koordinasi dengan tim yang berada di lapangan.
Dengan begitu, bantuan diharapkan dapat diarahkan kepada kebutuhan yang paling mendesak dan menjangkau masyarakat terdampak secara lebih merata.
Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi NTB Bidang Sistem Pembayaran, Ignatius Adhi Nugroho, mengatakan bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian industri jasa keuangan NTB terhadap masyarakat NTT.
Menurutnya, kondisi bencana yang dihadapi masyarakat NTT menjadi momentum untuk memperkuat semangat berbagi dan gotong royong antardaerah.
“Kami dari industri jasa keuangan NTB ingin berbagi dengan saudara-saudara kita di NTT. Mudah-mudahan bantuan ini dapat memberikan manfaat dan membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana,” ujar Adhi.
Penyaluran bantuan juga tidak berhenti pada penyerahan secara simbolis. Pemprov NTB telah berkoordinasi dengan berbagai pihak di lokasi terdampak untuk memastikan bantuan dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan masyarakat.
Rombongan dijadwalkan berangkat bersama Gubernur NTB menuju Bali pada Rabu malam (19/8/2026). Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Labuan Bajo pada Kamis (20/8/2026), sebelum rombongan bergerak menuju lokasi terdampak bencana di NTT.
Setibanya di lokasi, bantuan akan dikoordinasikan bersama tim setempat. Dukungan tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan mendesak, mulai dari operasional dapur umum hingga pengadaan logistik bagi masyarakat yang terdampak.
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian memiliki sekitar 100 rumah dengan kondisi permukiman yang cukup padat. Situasi tersebut membuat kebutuhan terhadap bantuan dasar dan dukungan operasional menjadi semakin penting.
Penyerahan bantuan selanjutnya juga direncanakan dilakukan bersama Gubernur Bali. Langkah tersebut menjadi bagian dari semangat Kerja Sama Regional Bali, NTB, dan NTT (KR-BNN) dalam memperkuat kolaborasi antardaerah, khususnya dalam menghadapi kondisi darurat dan membantu masyarakat yang membutuhkan.
Mewakili Pemprov NTB, Kepala Dinas Kominfotik NTB, Ahsanul Khalik, menyampaikan apresiasi atas kepedulian industri jasa keuangan serta masyarakat yang ikut ambil bagian dalam aksi kemanusiaan tersebut.
Ia memastikan bantuan yang diterima pemerintah akan segera dikoordinasikan agar dapat diteruskan kepada masyarakat terdampak di NTT.
“Bantuan ini saya terima dan koordinasikan untuk kemudian disalurkan langsung kepada masyarakat yang menjadi korban ketika bantuan tiba di NTT. Semoga apa yang diberikan dapat memberikan manfaat dan meringankan beban saudara-saudara kita di sana,” katanya.
Bagi NTB, bantuan tersebut bukan sekadar dukungan material. Di balik dana, beras, dan logistik yang dikirim, terdapat pesan bahwa masyarakat di kawasan Nusa Tenggara tidak berjalan sendiri ketika bencana datang.
Sinergi antara pemerintah, industri jasa keuangan, perbankan, Bank Indonesia, dan masyarakat menjadi modal penting untuk memperkuat respons kemanusiaan lintas daerah.
Pemprov NTB pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong dan memberikan dukungan sesuai kemampuan masing-masing.
Sebab, ketika bencana memukul satu daerah, solidaritas dari daerah lain dapat menjadi energi penting bagi mereka yang sedang berjuang untuk bangkit.
NTB bergerak untuk NTT. Bukan hanya tentang bantuan, tetapi tentang memastikan rasa kemanusiaan tetap hadir ketika masyarakat sedang berada di titik paling sulit.(PB02)






