MATARAM, PERSBIRU.COM – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan melakukan kunjungan kerja perdananya ke Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pada hari ini, Jumat (10/7/2026).
Agenda utama Presiden Prabowo adalah meresmikan Bendungan Meninting di Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, yang menjadi salah satu proyek strategis untuk memperkuat ketahanan air dan pangan di Pulau Lombok.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal mengatakan seluruh persiapan penyambutan telah rampung. Meski kunjungan Presiden Prabowo diperkirakan berlangsung singkat, momentum tersebut dinilai memiliki arti penting bagi percepatan pembangunan infrastruktur di NTB.
“Pak Presiden datang untuk meresmikan Bendungan Meninting. Istimewanya beliau memilih ke Lombok terlebih dahulu, padahal ada lima bendungan yang akan diresmikan Presiden,” kata Gubernur Iqbal kepada awak media di Mataram, Kamis (9/7/2026).
Di balik agenda seremonial peresmian, Pemerintah Provinsi NTB menitipkan satu harapan besar kepada pemerintah pusat, yakni percepatan pembangunan jaringan irigasi Bendungan Meninting agar manfaat bendungan dapat segera dirasakan masyarakat, terutama para petani di Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Tengah.
Menurut Gubernur Iqbal, keberadaan jaringan irigasi menjadi kunci agar air dari Bendungan Meninting dapat langsung mengaliri lahan pertanian di dua kabupaten tersebut.
“Meninting ini harus segera diselesaikan jaringan irigasinya agar bisa mengairi sawah-sawah di Lobar dan Loteng,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selama ini pasokan air untuk sebagian wilayah Lombok Barat masih bergantung pada bendungan yang berada di Lombok Tengah.
Karena itu, beroperasinya sistem irigasi Bendungan Meninting diharapkan mampu mengurangi ketergantungan tersebut sekaligus memperkuat pasokan air bagi sektor pertanian.
Langkah tersebut juga dinilai penting sebagai solusi transisi sebelum Bendungan Mujur beroperasi penuh. Dengan ketersediaan air yang lebih memadai, produktivitas pertanian di Lombok Tengah sebagai salah satu lumbung pangan NTB diharapkan tetap terjaga.
Buah Komunikasi Strategis dengan Presiden
Peresmian Bendungan Meninting juga menjadi tindak lanjut dari komunikasi yang telah dibangun Gubernur NTB dengan Presiden Prabowo sejak pertemuan di Istana Negara pada 13 Desember 2024.
Saat itu, dirinya yang masih berstatus sebagai Gubernur NTB terpilih memaparkan perkembangan sejumlah proyek strategis di NTB, termasuk progres pembangunan Bendungan Meninting agar dapat segera diselesaikan dan diresmikan oleh Presiden.
“Dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo saat itu, saya sampaikan salam rindu masyarakat NTB dan meminta dukungan untuk mewujudkan NTB Makmur Mendunia,” kenang mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Turki tersebut.
Ia menilai kunjungan Presiden Prabowo ke NTB menjadi sinyal kuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung agenda pembangunan nasional, khususnya di bidang ketahanan pangan dan penguatan infrastruktur sumber daya air.
Selain pembangunan irigasi, Gubernur Iqbal juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTB untuk mendukung berbagai program prioritas nasional, termasuk pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam kunjungan kerja tersebut, Presiden Prabowo dijadwalkan didampingi sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono; Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo; Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan; Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman; serta Menteri Sosial, Saifullah Yusuf.
Kehadiran para menteri tersebut diharapkan memperkuat koordinasi lintas kementerian dalam mengoptimalkan manfaat Bendungan Meninting bagi masyarakat.
Sebagai informasi, Bendungan Meninting mulai dibangun pada 2019 dengan kapasitas tampung mencapai 13,14 juta meter kubik. Selain mendukung sistem irigasi pertanian, bendungan ini juga diproyeksikan menjadi sumber air baku, pengendali banjir, serta memiliki potensi pengembangan energi baru terbarukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Apung di Pulau Lombok.(PB02)






